SEKS DI AKHIR KEHAMILAN…SANGAT DIANJURKAN

0
Sudah sangat banyak tulisan rentang sex in pregnancy, tetapi tulisan ini pasti beda…karena aku masukkan kedalamya kasus yang aku temukan dalam praktek sehari-2.

Hubungan suami isteri sangat dianjurkan pada akhir kehamilan dengan tujuan agar jangan sampai kehamilannya lewat waktu (postterm pregnancy). Bagaimana bisa hubungan seks merangsang timbulnya persalinan ? BACA INI: SEKS DIAWAL KEHAMILAN.

Posisi yang dianjurkan adalah (maaf) doggie style atau woman on top dan variasi2-nya . Setiap pasien-ku yang sudah memasuki usia hamil aterm (=cukup bulan) selalu aku anjurkan untuk melakukannya. Kebanyakan enggan dengan alasan (kata ortu) kepala bayinya bisa kotor. Ya nggak lah…kan ada selaput ketuban. Kuman/bakteri saja yang ukurannya lebih kecil dari sperma tidak bisa menembusnya. Ada juga suami yang bilang nggak sampe hati kasihan sama baby-nya. Ada juga yang antusias melakukannya. Ada juga istri yang mengatakan lebih horny selama hamil tua, sang suami malah melempem… Pokoknya macem-macemlah…kombinasinya

Namun demikian harus hati2 saat melakukannya. Hati2 disini maksudnya dilakukan dengan gentle… ya bedalah…jangan seperti pengantin baru yang bisa dibuat berbagai gaya ala kamasutra. Karena kalau tidak hati-2 bisa menyebabkan ketuban pecah dini (KPD) atau KPSW (Ketuban Pecah sebelum Waktunya) yang ujung-2 nya jika nggak berhasil dirangsang/induksi tentunya akan di operasi Cesar.

Aku punya pengalaman nggak bagus…pasiennya nggak pernah ngecek hamil ke aku…datang dengan keluhan keluar air ketuban bercampur darah…setelah diperiksa bayinya sudah plus (RIP). Setelah si interogasi suami ngaku malamnya baru “gituan”. Kelainan seperti ini namanya vasa previa (vasa= pembuluh darah; previa =tidak pada tempatnya) yaitu adanya pembuluh darah tambahan yang melintas tepat di bagian ketuban yang menghadap ke leher rahim. Akibatnya saat ketuban pecah…pembuluh darah juga pecah dan janin mati (karena darah janin yang keluar). Bayinya berhasil dilahirkan biasa… tapi ya itu tadi… sudah PLUS alias almarhum(ah).

SEKS DI AWAL KEHAMILAN…..BAGAIMANA SEBAIKNYA?

0
Mungkin sudah banyak tulisan yang membicarakan masalah ini. Tapi aku akan menceritakan sedikit kasus yang di jumpai dan my policy. Awal kehamilan disini maksudnya adalah 3 bulan pertama kehamilan (Trimester I).

Banyak ditemukan pasangan hamil Trimester I mengalami perdarahan setelah melakukan hubungan seks. Bagaiman bisa? Penyebabnya PERTAMA: dalam cairan sperma tedapat zat yang bisa menstimulasi kontraksi rahim yaitu prostglandin. KEDUA: Saat melakukan “pemanasan”, niple stimulation (cari di kamus bahasa Inggeris) akan mengeluarkan zat yang namanya oksitosin (LOVE HORMONE). Zat ini juga akan menstimulasi kontraksi (kejang) rahim. KETIGA: Saat wanita mengalami orgasme rahim wanita ternyata ikut kejang.

Karena serangan bertubi2 diatas, akibatnya dapat timbul perdarahan (Abortus). Bisa banyak bisa sedikit atau bahkan bisa seluruh hasil pembuahan keluar. Ada contoh kasus yang cukup membuat aku geleng2 kepala. Ada pasangan yang sudah 8 tahun menikah tetapi belum memiliki anak. Ketika akhirnya sang isteri hamil…aku sudah mengingatkan untuk tidak melakukan seks di awal kehamilannya. Dua minggu kemudian datang dengan perdarahan banyak. Si Suami tidk mau jujur. Pada saat kuret baru sang isteri menyampaikan bahwa suami memaksa untuk berhubungan badan…Suatu tragedi-komedi menurutku… Seandainya saja suaminya cukup “kreatif” maka mungkin kejadian ini tidak timbul seperti kata pepatah : BANYAK JALAN KE ROMA…(analyze that)

Secara umum aku melakukan “himbauan”(nggak maksa, itukan hak suami), untuk seks di awal kehamilan dihindari pada: hamil pertama, kehamilam “mahal” (=susah hamil) atau ada riwayat keguguran hamil sebelumnya. Dokter lain mungkin memiliki pendapat yang berbeda, but that’s my policy.

Terus sampai kapan baru boleh? Setelah hamil diatas 3 bulan. Itupun melakukannya secara gentle, jangan grasah-grusuh…sekedar menyalurkan kebutuhan suami…….biar nggak membatu…ntar kalau jatuh kelantai bunyinya ting…ting…dan bisa dijadikan batu cincin kalau kelamaan nggak “tuker oli” ha…ha…ha…..

HAL-HAL MENYEBALKAN SAAT BERINTIM-INTIM

0
HAL-HAL MENYEBALKAN SAAT BERINTIM-INTIM

Tak jarang muncul aneka gangguan saat berintim-intim. Mengatasinya, dituntut keterbukaan dari suami istri.

Idealnya, jelas dr. Tri Bowo Hasmoro, Sp.And., melakukan hubungan suami-istri merupakan keinginan yang muncul dari kedua belah pihak. Diawali dengan saling memberi rangsangan agar saat melakukannya mereka berdua benar-benar prima kondisi fisik, psikis, maupun emosionalnya. Adanya gangguan pada salah satu aspek saja, jelas bisa mengganggu hubungan tersebut. Tanpa peduli apakah gangguan tersebut muncul sebelum, ketika, dan setelah berhubungan seks.

Kendati umumnya tak sampai berakibat fatal semisal menimbulkan keretakan rumah tangga, aneka gangguan dalam hubungan seks tentu dirasa sangat menyebalkan. Terlebih bila gangguan tersebut dipendam alias tak ada saling keterbukaan yang seharusnya dibina sejak awal perkawinan. Padahal, tegas Tri Bowo, gangguan bisa diatasi asal suami-istri saling mengenal dengan baik pasangannya. Termasuk kebiasaan dan pola hormonalnya, selain kesediaan berkonsultasi pada ahlinya. Berikut beberapa gangguan yang bisa membuat pasangan sebal dan tertekan.

SEBELUM BERHUBUNGAN

* Lupa Gosok Gigi

Pada sebagian orang, kebiasaan tak menggosok gigi sebelum berhubungan seks, boleh jadi merupakan hal yang menyebalkan/menjijikkan. Minimal saat yang bersangkutan ingin mencium pasangannya. Yang pasti, bau mulut bisa mengurangi gairah pasangan.

* Tidak Mandi

Meski hubungan suami-istri barangkali dilakukan hanya dengan saling meraba, tapi bau badan sehabis beraktivitas atau bekas cucuran keringat akan membuat tubuh terasa lengket. Kalau sudah begitu, jangan harap gairah pasangan masih menggebu. Jadi, ada baiknya sebelum berintim-intim tubuh dalam keadaan segar dan bersih. Terutama sehabis bepergian atau beraktivitas yang mengundang keringat.

* Merasa Belum Siap

Semisal istri yang habis melahirkan atau sedang datang bulan sehingga membuatnya tak siap berhubungan seks. Entah melalui vagina, oral, atau sekadar meraba-raba. Ketidaksiapan semacam ini jelas akan mempengaruhi responnya dalam menerima dan memberi rangsangan seksual pada suaminya. Akibatnya, istri terlihat ogah-ogahan sehingga gairah suami merosot (meski semula menggebu) karena merasa tak mendapat respon yang diharapkan. Paling tidak, suami merasa “tak dianggap”. Jangan salah, suami justru akan kianmenggebu kalau istri antusias merespon ajakannya, lo.

* Infeksi/Keputihan

Derita keputihan yang merupakan salah satu pertanda adanya infeksi pada sistem reproduksi istri, bisa mengganggu keintiman hubungan suami-istri. Misalnya tercium bau tak sedap dari alat kelamin yang memadamkan gairah suami.

* Menolak Ajakan

Suami/istri akan merasa sebal bila sedang in the mood ternyata disambut dingin atau malah ditolak pasangannya. Banyak faktor yang jadi penyebabnya. Bisa karena secara fisik sedang dalam kondisi tak enak badan, keletihan, terinfeksi penyakit kelamin sehingga takut menularkan pasangan atau lantaran alasan lain yang dibuat-buat. Apa pun penyebabnya, penolakan hanya akan menyurutkan gelora pasangan. Nah, agar pasangan tak merasa sebal karena ditolak, kemukakan alasan sejujurnya dengan menggunakan bahasa yang santun. Dengan demikian pasangan dapat memahami sekaligus tak memunculkan masalah baru berupa kecurigaan.

* Tidak Mood

Pada suami, keinginan untuk berhubungan seksual bisa muncul setiap saat. Tidak demikian halnya dengan pihak istri. Soalnya, dalam urusan seks, gairah kaum Hawa dipengaruhi mood/feeling akibat siklus hormonalnya. Menjelang menstruasi, contohnya, istri cenderung jadi uring-uringan, hingga kalaupun dirangsang ia akan menghindar. Nah, agar hal ini tak merusak suasana intim, suami harus bisa mengenali dan memahami kondisi hormonal sang istri. Namun tak semua istri mengalami hal seperti ini.

* Banyak Pikiran

Suami/istri boleh jadi pasti merasa sebal melihat pasangannya yang masih sibuk berkutat dengan urusan kantor saat berada di rumah. Padahal, “pemandangan” seperti itu boleh jadi hanya sesekali saat pekerjaan menumpuk atau harus mengejar target. Apa pun alasannya, keinginan pasangan untuk berhubungan seksual pasti terpengaruh. Bukan tidak mungkin di kesempatan lain, ia balas menolak ajakan pasangan. Itu sebabnya amat dianjurkan masing-masing pihak membagi waktu dan energinya secara proporsional pada tiap-tiap hal.

* Suasana

Jangan salah, suasana lingkungan sebelum berhubungan intim, memegang peranan penting. Ada baiknya masing-masing mengetahui apa saja kebiasaan dan kesukaan suami/istri sebelum melakukan aktivitas seksual. Jangan pelit untuk menyediakan waktu dan anggaran khusus agar bisa melakukan aktivitas bersama. Semisal dengan menghadirkan suasana romantis dengan dinner di kafe atau restoran favorit, mandi bersama atau saling pijat. Kalaupun hal-hal semacam itu sulit dilakukan semisal sudah ada si kecil yang lebih membutuhkan perhatian, jangan salahkan bila gairah pasangan menurun. Jadi, pandai-pandailah “mencuri” waktu di tengah berbagai kesibukan untuk senantiasa menjalin keintiman lewat hal-hal romantis.

* Parfum Berlebihan

Wewangian memang bisa menggugah gairah seks. Tapi penggunaan parfum yang berlebihan sesaat menjelang hubungan seks, bukan tidak mungkin justru membuat pasangan merasa mual. Nah, agar aroma parfum tidak mengganggu, gunakan secukupnya. Ada baiknya pula bila sewaktu membeli, pasangan membantu memilihkan parfum sesuai dengan jenis wewangian yang disukainya.

SAAT MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS

* Tanpa Pemanasan

Khusus untuk para suami, sedahsyat apa pun gairah untuk berintim-intim, hendaknya jangan pernah melakukannya tanpa pemanasan. Soalnya, irama seksual istri menanjak secara perlahan lewat pemanasan (foreplay) sebelum benar-benar siap. Nah, komunikasikan kondisi ini secara terbuka. Jangan sampai berintim-intim cuma memberi kenikmatan pada salah satu dan dirasakan menyiksa buat pasangannya.

* Mau Cepat

Entah karena ada urusan lain atau apa, jadi saat bermesraan pikiran tak terkonsentrasi ke situ dan cenderung sesegera mungkin mengakhirinya. Padahal, aktivitas seks membutuhkan suasana santai alias tidak tergesa-gesa. Penyebab lain, karena faktor usia yang tak lagi muda, hingga memang tak menomorsatukan aktivitas seks.

* “Sudah – Belum?”

Pertanyaan semacam ini yang kerap diajukan istri ternyata sering bikin suami sebal. Kenapa istri bertanya seperti itu? Umumnya karena jengkel menunggu suami yang lama mencapai ejakulasi, sementara ia mungkin sudah orgasme. Ada baiknya suami-istri mencapai orgasme secara bersamaan.

Agar istri tak kewalahan sebaiknya setelah sama-sama orgasme, berhentilah lebih dulu sekitar 15-30 menit sebelum melanjutkan “permainan” lagi guna mencapai orgasme berikutnya bila masih menginginkan.

* Mendadak Berhenti

Sering terjadi, kan, pasangan yang tengah asyik berintim-intim dan menjelang orgasme tiba-tiba mendadak terhenti saat terdengar dering telepon atau tangisan anak. Kalau sudah begitu, sulit memompa gairah agar bisa menggebu kembali seperti semula.

* Mencontoh Adegan

Biasanya keinginan seperti ini muncul pada individu yang gemar nonton film biru lalu minta pasangannya melakukan adegan serupa seperti yang ditontonnya. Padahal, bukan tak mungkin pasangan tak suka, malah merasa jijik, atau tak siap melakukannya. Nah, keinginan yang tak kesampaian ini bisa menurunkan mood.

* Cuma Organ Tertentu

Hendaknya suami/istri harus saling tahu/mengenal daerah erotis pasangan. Jangan sampai daerah erotis istri yang sebetulnya di sekitar leher tapi suami cuma merangsang daerah lainnya. Atau suami maunya berciuman lama sementara istri justru ogah. Nah, ketidaksinkronan semacam ini seharusnya dikomunikasikan.

* Kelewat Dingin Dan Agresif

Suami/istri mana, sih, yang tak merasa sebal bila pasangannya bersikap dingin? Alhasil, respon terhadap rangsangan seksualnya jadi tak maksimal atau sama sekali tak ada. Gairah suami bisa melorot atau malah tak bisa ereksi. Atau sebaliknya, dalam berhubungan seks suami/istri kelewat aktif dan banyak maunya. Bila pasangannya tak siap atau mungkin termasuk orang yang menganut aliran konservatif, yang muncul hanya rasa sebal. Ia merasa diperalat atau minder karena tak mampu mengimbangi.

* Di Bawah Selimut

Kalau alasannya karena malu, segera singkirkan gaya ini. Toh, sudah menjadi suami-istri, kenapa harus malu? Lain halnya jika suasana mendukung semisal AC atau udara kelewat dingin.

* Gel Pelicin

Agar hubungan lebih mudah dan nikmat, banyak pasangan menggunakan zat pelicin atau gel. Padahal, tak semua individu cocok bahkan bisa menyebabkan alergi berupa gatal-gatal atau warna kemerahan pada vagina atau penis. Bila tak dibersihkan dengan benar, kuman akan berkembang biak dan akhirnya mengganggu hubungan intim. Tanyakan ke dokter sebelum menggunakannya.

* Perangsangan Berlebihan

Rangsangan yang terus-menerus, umumnya dari suami, bisa membuat istri kewalahan. Misalnya, karena suami ingin berkali-kali orgasme dalam setiap permainan. Bisa jadi dorongan yang menggebu ini akibat pengaruh obat-obat perangsang yang dikonsumsi. Agar istri tak kesakitan bahkan trauma terhadap sikap suaminya, sebaiknya ada kesepakatan bersama.

USAI HUBUNGAN

* Bergegas Mencabut

Usai sanggama, amat dianjurkan suami tetap melakukan gerakan-gerakan tertentu yang bersifat merangsang sampai sang istri atau mereka berdua sama-sama menurun intensitas seksualnya. Jangan sampai istri masih dalam keadaan menjelang orgasme, suami yang sudah ejakulasi langsung mencabut penisnya. Lain hal kalau dua-duanya sudah orgasme dan istri sudah memberi aba-aba untuk dilepas.

* Segera Bersih-Bersih

Jangan cepat-cepat ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri karena bisa membuat pasangan dianggap kotor/menjijikkan. Lebih baik saling belai pasangan atau tetap berpelukan sambil menunggu sensasi seksual menurun dengan sendirinya.

* Langsung Mengorok

Begitu selesai, langsung balik badan kemudian mendengkur keras alias mengorok. Ini juga amat menjengkelkan pasangan.

Jangan Buru-buru Cium Gue…

0
Jangan keburu grusa-grusu dulu. Kalimat di atas bukan judul sekuel kedua film Buruan Cium Gue yang dikoyak-koyak dari peredaran beberapa waktu lalu. Melainkan sari berita baik dan buruk tentang dunia cium-mencium.

Boleh percaya boleh tidak, fakta di balik ciuman ternyata lebih bikin deg-degan ketimbang fimnya!

Berita baiknya dulu, silakan catat, ciuman bisa membuat pelakunya lebih sehat, secara fisik maupun psikis. Artinya, di samping untuk memuaskan hasrat, ciuman memang punya manfaat nyata. Tapi, ada tapinya lo, ciuman itu ternyata bisa juga menjadi vektor (perantara) menularnya penyakit-penyakit tertentu. Yang kalau disepelekan, dampaknya bisa menyeramkan.

Bahaya pakai lidah

* Ciuman, apa pun gayanya, tentu melibatkan kontak bibir. Kecuali ciuman jarak jauh, atau cium kangen yang dititipkan pada surat cinta atau angin puting beliung.

Saat kontak bibir itulah, proses penularan sejumlah penyakit sangat mungkin terjadi. Memang prosesnya tidak bisa disamaratakan untuk semua penyakit. Namun, tetap saja harus membuat siapa pun orangnya, berhati-hati sebelum mencium.

Misalnya, saat mencium orang yang riwayat kesehatannya belum diketahui secara pasti, seperti pacar baru, calon pacar, kenalan di bioskop, teman lama yang telah 15 tahun tak bertemu, dan sejenisnya. Kalau nekat, apalagi dilakukan di depan umum, bukan cuma da’i kondang Aa Gym yang bakal tidak setuju, drg. Sunarso B., M.Sc., ahli mikrobilogi oral dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pun geleng-geleng kepala.

Menurut Sunarso, penularan penyakit lewat ciuman memang kerap ditanyakan awam. Pertanyaan yang paling sering diajukan, apakah ciuman bisa menularkan virus HIV/AIDS? Masih kata Sunarso, hingga saat ini kalangan dokter baru meyakini empat media penularan HIV/AIDS. Yakni lewat hubungan seksual (heteroseksual maupun homoseksual), tranfusi
darah, pemakaian jarum suntik secara bersama-sama, dan lewat plasenta (dari ibu ke bayi yang dikandung).

Transmisi HIV lewat ciuman sampai saat ini belum bisa dibuktikan. Barangkali, karena jumlah virus HIV di dalam air ludah relatif lebih kecil ketimbang di dalam darah, air mani, atau cairan vagina. Selain itu, air ludah mengandung bahan-bahan penghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti enzim lisosim dan laktoperosidase, serta sekretori imunoglobulin-A. Sebab lainnya, virus HIV hanya bermarkas di dalam sel limfosit-T, yang daerah kekuasaannya ada di dalam darah.

Menurut Sunarso, jika ciuman hanya berupa cipok, ciuman ringan, kecupan sayang, cium kening, pipi, atau bibir luar saja, HIV diyakini tidak menular. Tetapi jika aksinya menjurus pada french kissing yang penuh birahi dan menyertakan lidah sebagai faktor penambah nikmat, sehingga terjadi pertukaran cairan mulut, maka bisa saja HIV bermigrasi. Lebih-lebih jika terdapat luka di mulut, baik berupa lecet ringan, seriawan, maupun radang.

Celakanya, keberadaan luka kadang tidak disadari. Bisa karena begitu kecil, sehingga tidak dirasa sama sekali. Namun, karena ukuran virus atau bakteri jauh lebih renik, maka luka sekecil apa pun tetap bisa menjadi jalan masuk bagi makhluk-makhluk tak kasat mata telanjang ini.

Di luar HIV, masib ada sederet lagi penyakit infeksi yang bisa menular lewat french hissing. Dari deretan virus, misalnya, terdapat hepatitis (A, B, maupun C), dan herpes labialis. Balikan menurut Sunarso, keduanya memiliki risiko penularan lebih tinggi daripada HIV. Dari kelompok bakteri, ada sifilis, gonore (GO), dan tuberkulosis. Sedangkan dari kelas jamur ada Candida albicans.

Romantis tapi mematikan

* Umumnya penyakit yang menular lewat ciuman adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan infeksi.

Hal ini wajar, karena makhluk-makhluk “halus” itu memang suka sekali keluyuran dari satu korban ke korban lain dengan cara menumpang cairan tubuh. Namun, meski tak ada riwayat infeksi, setiap orang tetap harus berhati-hati, terutama mereka yang alergi terhadap makanan tertentu.

David Steensma, dokter ahli hematologi di RS Mayo Clinic, Amerika Serikat, pernah melaporkan sebuah kasus unik.

Dia menangani seorang wanita muda (20 tahun) yang masuk instalasi rawat darurat akibat terlalu hot berciuman, dan jelas bukan sembarang ciuman. Ternyata, satu jam sebelum masuk rumah sakit, si cewek mendapat kado dari kekasihnya.Kadonya begitu istimewa, ciuman selamat malam yang sangat menggairahkan.

Namun, selang satu menit kemudian, muncul reaksi alergi di bibirnya, yang makin lama makin parah. Disusul kulit memerah, perut kram, tenggorokan bengkak, dan saluran napas menyempit sehingga dia susah bernapas. Kepada Steensma, si cewek mengaku punya riwayat alergi udang dan kerang-kerangan. Usut punya usut akhirnya ketahuan, ciuman fantastis itulah biang keladinya. Karena “kado mematikan” itu dihadiahkan kurang dari satu jam setelah si cowok makan udang.

Lewat kontak mulut, bahan alergen dari udang tampaknya ngelencer dari mulut si cowok ke mulut pacarnya. Kasus ini sekaligus membuktikan, pengidap alergi makanan wajib waspada tidak hanya terhadap apa yang dimakan, tapi juga berhati-hati terhadap orang yang menciumnya. Kecuali memang ingin berurusan dengan selang infus rumah sakit.

Namun, seperti dibilang Bryant Stamford, Ph.D., profesor dan direktur Health Promotion Center di University of Louisville, dampak ciuman tak 100% menakutkan. Soalnya, pada saat melakukan ciuman, kecepatan metabolisme meningkat dua kali lipat. Artinya, pembakaran kalori juga meningkat. Meski demikian, Stamford mengingatkan, ciuman belum cukup dijadikan sebagai pengganti joging atau olahraga kardiovaskuler lainnya. “Semua hal bisa mempercepat detak jantung. Itu hanya masalah adrenalin,” tandasnya.

Sementana Joy Davidson, Ph.D., psikolog dan seksolog di Seattle mengatakan, “Ciuman adalah meditasi sensual yang bisa meredakan ketegangan pikiran.” Ketika seseorang melakukannya dengan orang yang ia cintai, suami atau istrinya, tubuhnya akan mengalami perubahan fisiologis yang mirip ketika melakukan meditasi. Jika dilakukan secara rutin, tradisi sun sing suwe yang dilandasi kasih sayang bisa membuat pelakunya lebih berdaya tahan, awet muda, dan panjang umur.

Jelas sudah, berciuman memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Yang paling penting, pastikan yang Anda cium bukan pacar, istri, atau suami orang!

SEX

0
0
0
0
0
0

GERAKAN BAYI DALAM PERUT IBU

0

cesar

0

 ( DILARANG MENONTON VIDEO INI UMUR DIBAWAH 17 TAHUN, HANYA UNTUK MAHASISWA KEBIDANAN )


melahirkan normal 1

0


HANYA UNTUK ILMU PENGETAHUAN, ilmu kebidanan

video melahirkan di dalam air (sungsang)

0

( DILARANG MENONTON VIDEO INI UMUR DIBAWAH 17 TAHUN, HANYA UNTUK MAHASISWA KEBIDANAN )

melahirkan di dalam air normal

0



( DILARANG MENONTON VIDEO INI UMUR DIBAWAH 17 TAHUN, HANYA UNTUK MAHASISWA KEBIDANAN )

video proses melahirkan ( animasi)

0


( DILARANG MENONTON VIDEO INI UMUR DIBAWAH 17 TAHUN, HANYA UNTUK MAHASISWA KEBIDANAN )


Tentang Ibu Hamil

1

Perkembangan & Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil Selama 0-12 Minggu(Trimester I)


Beberapa perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama ( 0 – 12 minggu) kehamilan :

PEMBESARAN PAYUDARA
Payudara akan membesar dan kencang, ini karena pada awal pembuahan terjadi peningkatan hormone kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan memberi nutrisi pada jaringan payudara. Anda mungkin akan merasa BH atau bra anda terasa sesak dan tak nyaman lagi, sebaiknya anda mempersiapkan bra baru yang sesuai dengan ukuran baru ini untuk memberi kenyamanan dan dapat menyokong payudara anda. Tapi jangan buang yang lama, anda dapat menyimpannya karena payudara akan kembali ke ukuran sebelum anda hamil setelah anda berhenti menyusui nanti..... ( SELENGKAPNYA)

Perkembangan Bayi Dalam Kandungan Anda Minggu Per Minggu (0-12 minggu)



Minggu ke 1:
Pada minggu ini, menjadi menstruasi yang terakhir sebelum kehamilan. Perdarahan terjadi dan hormone-hormon ditubuh mempersiapkan sel telur untuk dilepaskan.

Minggu ke 2 :
Uterus (dinding rahim) menebal dan mempersiapkan untuk tahap ovulasi.

Minggu ke 3:
Merupakan masa ovulasi (pelepasan telur). Kehamilan terjadi pada saat ini. Pembuahan terjadi pada saat sperma dari pasangan anda bertemu dengan sel telur anda di tuba falopi. Pembuahan memerlukan waktu 4 hari, setelah telur dibuahi maka dinamakan zygote... ( SELENGKAPNYA)


Tanda-tanda persalinan


Adapun tanda-tanda persalinan adalah sebagai berikut :

1. Pembukaan lengkap
2. Vulva membuka
3. His semakin kuat dan teratur

Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalin....................( SELENGKAPNYA)


Senam Ibu Hamil



Definisi Senam Hamil

Senam hamil ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan (FK Unpad, 1998).

Tujuan Senam Hamil

Mochtar (1998) membagi tujuan dari senam hamil menjadi tujuan secara umum dan khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut:.......... (SELENGKAPNYA)




Senam Ibu Hamil

0


Definisi Senam Hamil

Senam hamil ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan (FK Unpad, 1998).

Tujuan Senam Hamil

Mochtar (1998) membagi tujuan dari senam hamil menjadi tujuan secara umum dan khusus, tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Tujuan Umum:

1. Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam proses mekanisme persalinan.
2. Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam menghadapi persalinan.
3. Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.

1. Tujuan Khusus:

1. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan.
2. Melonggarkan persendian—persendian yang berhubungan dengan proses persalinan.
3. Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak nafas.
4. Menguasai teknik-teknik pernafasan dalam persalinan.
5. Dapat mengatur diri kepada ketenangan.

Manfaat Senam Hamil

Eisenberg (1996), membagi senam hamil menjadi 4 tahap dimana setiap tahapnya mempunyai manfaat tersendiri bagi ibu hamil. Tahap dan manfaat dari senam hamil tersebut, yaitu:

1. Senam Aerobik

Merupakan aktivitas senam berirama, berulang dan cukup melelahkan, dan gerakan yang disarankan untuk ibu hamil adalah jalan-jalan.

Manfaat:

1. Meningkatkan kebutuhan oksigen dalam otot
2. Merangsang paru-paru dan jantung juga kegiatan otot dan sendi
3. Secara umum menghasilkan perubahan pada keseluruhan tubuh terutama kemampuan untuk memproses dan menggunakan oksigen.
4. Meningkatkan peredaran darah.
5. Meningkatkan kebugaran dun kekuatan otot.
6. Meredakan sakit punggung dan sembelit
7. Memperlancar persalinan.
8. Membakar kalori (membuat ibu dapat lebih banyak makan makanan sehat).
9. Mengurangi keletihan.
10. Menjanjikan bentuk tubuh yang baik setelah melahirkan.

1. Kalistenik

Latihan berupa gerakan-gerakan senam ringan berirama yang dapat membugarkan dan mengembangkan otot-otot serta dapat memperbaiki bentuk postur tubuh.

Manfaat:

1. Meredakan sakit punggung.
2. Meningkatkan kesiapan fisik dan mental terutama mempersiapkan tubuh dalam menghadapi masa persalinan.

1. Relaksasi

Merupakan latihan pernafasan dan pemusatan perhatian. Latihan ini bisa dikombinasikan dengan latihan kalistenik.

Manfaat:

1. Menenangkan pikiran dan tubuh.
2. Membantu ibu menyimpan energi untuk ibu siap menghadapi persalinan.

1. Kebugaran Panggul (biasa disebut latihan kegel)

Manfaat:

1. Menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya (perineal) sebagai persiapan untuk persalinan.
2. Mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.

Syarat Mengikuti Senam Hamil

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti senam hamil. Menurut Mochtar (1998), syarat tersebut antara lain:

1. Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
2. Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu.
3. Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
4. Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam hamil.

Waktu Pelaksanaan Senam Hamil

Senam hamil dianjurkan dilakukan ketika janin dalam kandungan telah berusia lebih dari 3 bulan, karena sebelum usia kandungan menginjak 3 bulan penlekatan janin di dalam uterus belum terlalu kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko abortus (Kushartanti dkk, 2004).

Tanda dan Gejala Senam Hamil Harus Dihentikan

Menurut Hening (1992), ada beberapa tanda dan gejala senam hamil harus dihentikan, antara lain:

1. Timbul rasa nyeri, terutama nyeri dada, nyeri kepala dan nyeri pada persendian.
2. Kontraksi rahim yang lebih sering (interval <20>
3. Perdarahan pervaginam, keluarnya cairan ketuban.
4. Nafas pendek yang berlebihan.
5. Denyut jantung yang meningkat (> 140 x/menit).
6. Mual dan muntah yang menetap.
7. Kesulitan jalan.
8. Pembengkakan yang menyeluruh.
9. Aktifitas janin yang berkurang.

Kontra Indikasi Senam Hamil

Ada beberapa kontra indikasi senam hamil yang harus diperhatikan, antara lain:

1. Kontra Indikasi Absolute atau Mutlak

Bila seorang wanita hamil mempunyai penyakit jantung, penyakit paru, serviks inkompeten, kehamilan kembar, riwayat perdarahan, pervaginam pada trimester II dan III, kelainan letak plasenta, seperti plasenta previa, preeklamsi maupun hipertensi.

2. Kontra Indikasi Relative

Bila seorang ibu hamil menderita anemia berat, irama jantung tidak teratur, paru bronchitis kronis, riwayat DM, obesitas, terlalu kurus, penyakit dengan riwayat operasi tulang ortopedi, dan perokok berat.

3. Segera menghentikan senam hamil

Bila terjadi gejala perdarahan pervaginam, sesak saat senam, sakit kepala, nyeri dada, nyeri otot, gejala kelahiran premature, penurunan gerakan bayi intra uterin (Adi Wiyono, 2004).

Tempat Dan Latihan Senam Hamil

Dalam melakukan senam hamil menurut Hening (1992) memerlukan tempat untuk melakukan latihan tersebut, adapun syarat dari tempat senam hamil tersebut adalah:

1.
1. Ruangan cukup luas, udara segar, terang dan bersih.
2. Lantai ditutup karpet supaya aman, tidak lembab dan cukup hangat.
3. Dinding ruangan dalam dilapis cermin secukupnya agar membantu ibu untuk konsentrasi dan memberi kesempatan untuk mengkoreksi gerakannya sendini.
4. Alat dan perkakas di dalam ruangan dipilih yang berwarna muda untuk memberi suasana tenang.
5. Ada iningan/alunan musik lembut untuk mengurangi ketegangan emosi

Susunan Latihan Senam Hamil

Sejak tahun 1972 latihan senam hamil yang disusun secara metodis ini telah diberikan di rumabh sakit sebagai bagian dari Prenatal Care. Latihan yang diberikan secara teratur, terpimpin dan disesuaikan dengan umur kehamilan penderita ini disusun sebagai berikut:

Teori, yang berupa penerangan dan diskusi mengenai persoalan-persoalan yang berhubungan dengan proses kehamilan, proses persalinan dan kesehatan wanita hamil, sesuai dengan umur kehamilan saat itu. Latihan dalam bidang teori ini diberikan selama 15 menit sebelum melakukan senam, pengetahuan tersebut di atas menanamkan kepercayaan kepada diri sendiri dan menanamkan pengertian mengenai proses alami tersebut, sehiugga wanita tersebut dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinannya kelak.

Praktika, di mana wanita hamil berlatih melaksanakan bentuk-bentuk latihan senam hamil disertai penjelasan-penjelasan yang perlu. Penjelasan tersebut adalah tentang tujuan bentuk latihan yang bersangkutan serta untuk membantu wanita hamil agar mampu merasakan otot-otot yang terlibat dalam suatu bentuk latihan (Primadi, 1998).

Gerakan Dasar Senam Hamil

Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Hermina Group memberikan beberapa gerakan dasar senam hamil, yang dapat dilakukan ibuu di rumah, yaitu:

Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan rileks. Dilakukan sebanyak mungkin setiap hari.

Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai. Kemudian lakukan gerakan sebagai berikut:

Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang dubur. Kemudian turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggung. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.

Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke samping kiri/kanan, kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian ditingkatkan menjadi 5 hingga 10 menit sesuai dengan kekuatan ibu hamil.

Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung bayi. Lutut kanan diletakkan di depan lutut kin, lebih baik diganjal bantal. Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri di belakang badan.

Berbaring miring, kedua lengan dan kedua lutut ditekuk, di bawah kepala diberi bantal dan di bawah perut pun sebaiknya diberi bantal agar perut tidak menggantung. Tutup mata, tenang, dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.

Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang kedua tangan dan usahakan rileks. Kemudian lakukan kegiatan-kegiatan seperti berikut: Buka mulut secukupnya, kemudian mulut ditutup. Lalu mengejan seperti gerakan membuang air besar. Gerakannya ke bawah badan dan ke depan. Setelah tidak dapat menahan karena lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi latihan ini sebanyak 3-4 kali, dengan interval dua menit (RSIA Hermina, 2004).

Susunan Lengkap Program Senam Hamil

Seperti program olahraga pada umumnya, dan senam pada khususñya, maka pada pelaksanaan senam hamil ini harus terkandung unsur pemanasan dan pendinginan. Pemanasan dilakukan selama kurang lebih 5 menit dengan gerakan utama jalan ditempat atau langkah kaki, disertai gerakan pelan dari seluruh tubuh mulai leher sampai ujung kaki.

Masih dalam posisi berdiri, latihan dilanjutkan dengan latihan kebugaran selama 15 menit, dan pendinginan 5 menit. Latihan penguatan dan peregangan dilakukan pada posisi berdiri selama 5 menit, dan posisi duduk, merangkak serta tidur selama 10 menit. Dengan tetap pada posisi tidur, latihan dilanjutkan dengan latihan relaksasi dan latihan pernafasan masing-masing selama 5 menit. Akhir dari seluruh latihan senam hamil ini adalah latihan penenangan. Latihan penenangan diiringi musik lembut dan dipandu untuk mendapatkan bayangan yang indah, serta disugesti untuk mendapatkan kepercayaan diri menghadapi persalinan. Adapun dalam latihan senam hamil ini menurut Kushartanti (2004) mencakup empat komponen pokok yaitu latihan kebugaran, latihan penguatan dan peregangan, latihan relaksasi dan terakhir latihan pernafasan.

Untuk lebih jelasnya program latihan senam hamil menurut Kushartanti (2004) adalah seperti berikut mi:

Pemanasan dan pendinginan.

Gerakan pada pemanasan ini dimaksudkan untuk mengantarkan semua otot dan jantung-paru dalam melayani gerakan senam selanjutnya.

Ambil nafas

Dengan jalan ditempat ambil nafas dari hidung dan keluarkan lewat mulut. Saat ambil nafas, tangan diangkat ke atas.

Regang leher

Dengan tetap jalan ditempat, pegang perut dengan kedua tangan, tunduk tegakkan kepala, patahkan ke kanan dan ke kiri serta tengok kanan kiri.

Putar bahu kebelakang

Dengan posisi kangkang, dan lutut sedikit ditekuk, bahu diputar ke belakang bergantian kanan kiri, untuk selanjutnya bersama-sama keduanya.

Regang otot samping

Dengan panggul ke kanan dan ke kiri, regang otot samping sambil menarik satu tangan bergantian. Pada saat peregangan dipertahankan beberapa detik.

Regang lengan, punggung dan pinggang

Dengan posisi membungkuk kita lempar-tarik lengan ke depan dan selanjutnya ke bawah untuk meregang pinggang.

Regang kencang panggul

Dengan satu kaki jinjit miring bergantian, rasakan peregangan panggul dan tarik dubur maupun perut bagian bawah ke dalam.

Ayun tungkai ke depan

Ayunkan tungkai ke depan disertai ayunan lengan.

Latihan Kebugaran

Latihan ini bertujuan untuk memperbaiki kerja jantung, pembuluh darah dan paru dalam mengedarkan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Prinsip gerakan dalam latihan ini adalah menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar yang ada di kaki, punggung dan lengan, sehingga jantung terpacu berdenyut lebih cepat dan keras, frekuensi pernafasan meningkat dan tubuh mengeluarkan keringat. Gerakan dasar : jalan di tempat atau melangkahkan kaki ke depan, belakang dan samping dengan berbagai variasi gerakan tangan dan badan. Target: frekuensi denyut jantung 110-125 kali/menit.

Gerakan pada fase ini antara lain:

Langkah depan, lengan depan atas

Dengan posisi berdiri tungkai kanan melangkah maju satu kali diikuti tungkai kiri merapat. Bersamaan dengan itu dorong kedua lengan lurus ke depan setinggi bahu, selanjutnya lakukan langkah mundur satu kali bersamaan dengan gerakan kedua lengan atas.

Langkah depan, lengan bawah samping

Gerakan tungkai seperti latihan pertama, hanya kedua tangan diayun ke bawah pada saat langkah mundur kedua tangan dibuka ke samping.

Langkah samping, ayun lengan depan

Gerakan tungkai melangkah ke kanan satu kali, dengan tungkai kiri merapat, bersamaan dengan itu kedua lengan diangkat lurus ke depan setinggi bahu dan diturunkan kembali, dilanjutkan gerakan dengan arah sebaliknya.

Langkah samping , ayun lengan samping

Langkah sama dengan langkah tiga, namun kedua lengan diayunkan ke samping kemudian diturunkan.

Langkah ke belakang, lengan depan atas

Gerakan sama dengan latihan pertama, hanya variasi langkah tungkai ke belakang.

Langkah belakang, lengan bawah samping

Gerakan sama dengan latihan dua, hanya variasi langkah ke belakang.

Langkah samping, tangan atas

Langkahkan kaki ke kanan, dan ikuti dengan kaki kiri. Langkah ke kiri kembali ke posisi semula. Sambil melangkah, naikkan kedua lengan ke atas dan ke bawah.

Langkah samping, tangan bawah

Langkahkan kaki seperti patda latihan tujuh, namun lengan bawah diayun kebelakang-depan dengan posisi lengan atas ke belakang.

Langkah depan tegak anjur

Langkahkan tungkai kanan ke depan, dan ikuti dengan langkah tungkai

kiri posisi membuka (tegak-anjur). Ulangi langkah maju sekali lagi, dan teruskan dengan langkah mundur ke posisi semula. Lakukan gerakan lengan seperti memompa, baik pada saat maju maupun mundur. Teruskan dengan mengangkat kaki ke atas bergantian kanan dan kiri.

Langkah samping, putar lengan

Lakukan gerakan dua langkah ke kanan dan ke kiri dengan satu lengan diputar bergantian. Kombinasikan dengan gerakan memutar kedua lengan dan membuka lengan pada posisi tekuk siku. Variasikan pula dengan gerakan kaki jinjit.

Latihan Penguatan dan Peregangan

Dalam latihan ini semua otot terutama yang berperan dalam persalinan dikuatkan dan diregang. Otot lain yang berperan dalam perbaikan postur tubuh ibu hamil juga dilatih dalam latihan ini. Otot perut dan otot dasar panggul menjadi sasaran utama, ditambah dengan otot leher, lengan, atau tubuh bagian atas, punggung, dan kaki atau tubuh bagian bawah. Latihan ini dilakukan pada posisi berdiri, duduk, merangkak, ataupun tidur. Gerakannya antara lain:

Penguatan otot leher

Satu tangan menyangga kepala, yang lain berkacak pinggang. Dorongkan kepala ke tangan dan dorongkan tangan ke kepala. Lakukan bergantian dengan sisi yang lain.

Penguatan otot bahu

Tekuk satu tangan di atas bahu, dengan tangan lain lurus ke samping, lakukan gerakan ngeper baik pada tangan maupun kaki. Lakukan bergantian antara tangan kanan dan kiri.

Penguatan otot lengan depan

Tekuk kedua lengan di depan badan bersama-sama, sambil angkat dan

tekuk kaki bergantian ke atas.

Penguatan otot

Kaitkan kedua lengan lurus dibelakang badan, gerakkan naik turun dengan posisi kaki berdiri tegak.

Penguatan otot perut

Dengan posisi kaki kangkang dan lutut sedikit ditekuk, gerakkan satu tangan lurus dan atas sampai ke depan badan bersamaan dengan

mengkontraksikan otot peru maupun otot dasar panggul.

Penguatan otot kaki

Ambil posisi duduk dengan kedua tangan menyangga di belakang badan, luruskan kaki ke depan ke belakang bergantian dan teruskan dengan kedua kaki bersama-sama. Variasikan gerakan ini dengan gerakan kaki ke samping maupun memutar.

Penguatan otot samping panggul

Dengan posisi duduk seperti latihan enam, tarik satu tungkai menyilang tungkai yang lain, tarik kembali sehingga lurus dan ulangi gerakan ini beberapa kali, bergantian kanan dan kiri.

Penguatan otot dasar panggul

Dengan posisi duduk bersila, tekan lutut dengan kedua tangan, bungkukkan badan.

Penguatan otot bahu

Dengan posisi duduk bersilang letakkan kedua tangan di atas bahu. Putar siku ke depan alas, belakang dan bawah berulang kali.

Penguatan otot lengan

Dengan posisi merangkak, julurkan satu lengan ke depan setinggi bahu. Lakukan gerakan ini bergantian kanan dan kiri.

Penguatan otot punggung

Dengan posisi merangkak naik turunkan punggug secara perlahan dan berulang kali.

Penguatan otot panggul

Dengan posisi merangkak, goyangkan panggul ke kanan dan ke kiri dengan gerakan ngeper. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

Penguatan otot lengan

Dengan posisi merangkak ayunkan badan ke depan dan ke belakang, kemudian tahan pada posisi panggul di atas tumit beberapa saat. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

Penguatan otot belikat

Dengan posisi tidur telentang kaitkan kedua tangan di belakang kepala.

Tekan kedua lengan ke lantai tahan beberapa detik, kemudian kendorkan.

Ulangi gerakan ini beberapa kali.

Penguatan otot tubuh bagian atas

Dengan posisi tidur telentang dan kedua lutut ditekuk angkat panggul sampai badan lurus membentuk segitiga antara kedua tungkai bawah dengan lantai.

Penguatan otot perut bagian atas

Dengan posisi tidur telentang tarik kedua kaki mendekati perut angkat kepala dan tahan beberapa saat untuk kemudian dikendorkan kembali. Pada saat mengangkat kepala nafas harus ditahan.

Penguatan otot panggul dan perut bagian bawah

Dengan posisi tidur telentang tekuk kedua lutut dan kemudian gerakkan kedua lutut bersama-sama ke arah lantai, kembali ke posisi semula dan gerakkan kedua lutut kearah yang lain. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

Latihan Relaksasi

Sasaran utama dari latihan ini adalah relaksasi seluruh tubuh terutama otot dasar panggul. Relaksasi ini sangat bermanfaat untuk menghadapi kontraksi rahim kala I maupun kala II. Di samping itu relaksasi juga dapat mengurangi stress ibu saat kehamilan berlangsung. Relaksasi ini dapat dilakukan setiap saat. Gerakan relaksasi ini antara lain:

Relaksasi otot muka

Kerutkan otot muka, tahan 1 sampai 2 detik, kemudian lepaskan sehingga betul-betul terasa relaksasi. Ulangi latihan ini beberapa kali. Posisi tidur terlentang, lutut ditekuk.

Relaksasi lengan-tangan

Dengan posisi tidur terlentang angkat lengan bawah 900 dari lantai. Genggam tangan dan kerutkan lengan kuat-kuat pertahankan 1-2 detik, dan lepaskan kembali. Ulangi beberapa kali.

Relaksasi otot perut dan dasar panggul

Dengan posisi terlentang atau miring, kerutkan otot perut, tahan 1-2 detik, lalu lepaskan. Ulangi beberapa kali, tarik juga dan perut bawah ke dalam

Relaksasi kaki dan tungkai

Dengan posisi tidur terlentang atau miring luruskan ujung kaki menghadap ke bawah tahan beberapa detik kemudian lepaskan.

Relaksasi seluruh tubuh

Dengan posisi tidur terlentang atau miring, kontraksikan seluruh otot dan ambil nafas teratur, relaks. Bayangkan sesuatu yang menyenangkan dan nikmatilah relaksnya tubuh.

Latihan Pernafasan

Latihan ini pada dasarnya melatih teknik pernafasan perut (diafragma) dan pernafasan dada. Sesuai dengan kebutuhannya untuk mengatasi nyeri selama persalinan, maka kedua teknik pernafasan di atas dapat digabung maupun dimodifikasi. Gerakannya antara lain:

Pernafasan perut

Dengan sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping badan, dan relaks, letakkan tangan kiri di atas perut. Tarik nafas dalam melalui hidung, sampai perut menggelembung dan tangan kiri terangkat. Tahan sampai beberapa detik dan hembuskan nafas lewat mulut. Ulangi dengan frekuensi 8 kali per menit. Teknik pernafasan ini digunakan untuk mempercepat relaksasi, mengatasi stress dan mengatasi nyeri his palsu mauun his permulaan kala I.

Pernafasan dada dalam

Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan

di samping badan dan relaks, letakkan tangan di atas dada. Tarik nafas dalam melalui hidung dengan mengembangkan dada sehingga tangan kanan terangkat. Tahan satu sampai dua detik, dan hembuskan nafas lewat celah bibir sehingga tangan kanan turun mengikuti surutnya badan. Frekuensi yang dianjurkan 8 kali per menit. Teknik pernafasan ini menggantikan pernafasan perut apabila nyeri his kala I sudah cukup

Pernafasan dada cepat

Dengan sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan

di samping badan dan relaks tarik nafas cepat melalui hidung dan hembuskan cepat melalui mulut, mulailah dengan frekuensi 30 kali per menit yang makin lama makin dipercepat hingga 60 kali per menit, penrlambat lagi sedikit demi sedikit hingga kembali menjadi 30 kali per menit.

Pernafasan kombinasi perut dan dada

Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping dada dan relaks, katubkan kedua tangan pada batas antara dada dan perut. Lakukan pernafasan perut selama 30 detik. Teknik pernafasan ini digunakan untuk mengatasi nyeri his pertengahan kala I.

Pernafasan kombinasi perut, dada dalarn, dan dada cepat

Dengan sikap berbaring terlentang kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping dada dan relaks. Lakukan pernafasan perut selama 15 detik, lanjutkan dengan pernafasan dada dalam 15 detik, kemudian pernafasan dada cepat yang makin lama makin dipercepat untuk kemudian diperlambat dan dilanjutkan pernafasan dada dalam dan diakhiri pernafasan perut Teknik pernafasan ini digunakan untuk mengatasi rasa nyeri his pertengahan dan akhir kala I dan juga mengatasi keinginan mengejan yang belum boleh dilakukan (Kushartanti, 2004)

Tanda-tanda persalinan

0

Adapun tanda-tanda persalinan adalah sebagai berikut :

1. Pembukaan lengkap
2. Vulva membuka
3. His semakin kuat dan teratur

Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda.

Tanda-tanda persalinan:
Lendir Bercampur Darah
Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.

Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.
Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:

Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:

Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

Featured Video